Skip to main content

Posts

Rajabiyah dan Kemeriahannya

  Waktu itu sekitar November 1998. Para santri baru saja kembali dari menikmati liburan caturwulan I di bulan Oktober. Sekembali ke pondok, sebagai santri yang baru mondok empat bulan saya dikejutkan dengan kemeriahan di Tebuireng. Kemeriahan itu bernama Rajabiyah. Sebuah kegiatan yang rutin tiap tahun dihelat oleh para santri secara mandiri. Mereka urunan sendiri, membentuk kepanitiaan sendiri, mengurus segala detailnya sendiri. Setiap komplek di Tebuireng menggelar kegiatan Rajabiyah. Pun dengan Orda (Organisasi Daerah) juga menggelar kegiatan dengan tema yang sama. Kemeriahan Rajabiyah ini persis seperti kemeriahan Agustusan di kampung. Berbagai lomba digelar. Mulai dari lomba ilmiah semacam lomba baca kitab, lomba pidato, lomba adzan, lomba bilal, lomba cerdas cermat, lomba kaligrafi dan semacamnya. Sampai dengan lomba non ilmiah yang bernuansa hiburan seperti balap karung, kepruk kendil, sepak bola, makan krupuk dan lomba aneh-aneh lainnya. Untuk lomba non ilmiah ini nampak ma...

Algoritma Google dalam Menerka

Google perusahaan pencari paling besar di bumi selain semakin menggila, juga semakin tidak masuk akal perkembangannya. Algoritma yang dikembangkan google membuat kesok tahuan google bermetamofosis menjadi keserba tahuan. Dulu untuk mencari data menggunakan mesin pencari semacam google diperlukan trik-trik khusus. Yakni dengan menambahkan algoritma pemrograman. Di antara trik itu bisa dibaca di sini . Kita perlu menambahkan AND, OR, *, -, &, dan lain sebagainya ke dalam pencarian kita. Lebih rincinya silakan dibaca di artikel tersebut. Artikel itu ditulis pada 2008. Sekarang. 11 tahun dari artikel itu ditulis. Algoritma google sudah mengalami kemajuan pesat. Suatu malam, tetangga saya punya hajat. Manten. Agak jauh dari rumah. Tapi suara sound systemnya terdengar cukup jelas dari kamar tidur saya. Afham yang saat itu mendengar sebuah lagu dari acara mantenan secara refleks menirukan. Entah darimana ia mengenal lagu itu. Hanya saja ia melafalkan lirik yang salah. Saat ...

Belum Berangkat Sudah Rindu

Hari ini, Senin, 1 Juli 2019 adalah hari saya mulai tinggal di Malang untuk kegiatan PPG. Kamu tahu bagaimana rasanya meninggalkan anak istri di rumah untuk 2 bulan? Sesek. Padahal saya punya pengalaman jauh dari orang tua selama 6 tahun. Bahkan kegiatannya lebih berat, nyantri. Fasilitas pun seadanya. Berbeda dengan sekarang. Kegiatan PPG yang akan berakhir September kelak itu saya tinggal di kos yang tentu saja fasilitasnya lebih baik daripada ketika mondok dulu. Tapi ini bukan persoalan kenyamanan fisik. Ini adalah persoalan kenyamanan psikis. Dulu ketika awal-awal mondok. Pas lagi kangen-kangennya dengan orang tua, saya berpikir bahwa yang kangen hanya saya saja. Kini setelah saya berumah tangga dan punya anak saya jadi mengerti, rasa rindu orang tua kepada anaknya ketika terpisah jarak tidak kalah menyesakkan. Padahal kegiatan saya ini hanya 2 bulan bukan 6 tahun, itupun tiap akhir pekan saya bisa pulang sebentar. Tapi kamu tahu bagaimana perasaan saya semalam? Rasanya ingin saya ...

Kawal Gerakan 10.000 Sebulan dengan Fintech

Salah satu yang menarik perhatian saya pada Munas Ikapete tahun ini adalah launching Gerakan 10.000 Sebulan. Ini adalah gagasan besar yang melibatkan hal kecil. Barangkali ada yang mencibir kok 10.000? Kenapa tidak 100.00 saja? Itu kan terlalu receh? Biar! Asal tahu saja, roda ekonomi Indofood CBP Tbk. bisa berputar karena peran recehan. Coba kalau Indomie produk mie sejuta ummat yang dimiliki Indofood itu dijual  dengan harga 100.000 per bungkus. Belum satu tahun bisa tutup itu pabrik. Tutup bukan karena ongkos produksinya besar tapi karena jualannya tidak laku. Ibarat mencari ikan, Gerakan 10.000 Sebulan menurut saya adalah menjaring bukan memancing. Harus diakui alumni Tebuireng yang tersebar di seantero dunia ini selain jumlahnya banyak juga berasal dari beragam kelas sosial ekonomi. Mulai dari yang berprofesi sebagai pengusaha, pengacara, sampai sopir truk ekspedisi. Asli, yang terakhir itu salah satu teman satu angkatan saya. Kemampuan ekonomi mereka pun beragam. Mulai d...

Tambah Switch Internet Error

Permasalahan ini pernah saya alami sebelumnya, tapi ketika permasalah serupa muncul kembali saya lupa bagaimana solusinya. Sebab itulah saya tulis saja biar bila suatu ketila hamba yang penuh kekhilafan ini menemui permasalahan serupa, lebih mudah untuk mengingatnya. Karena biasanya sesuatu yang kita catat itu lebih mudah untuk diingat. Permasalahan yang saya maksud adalah begini: di sekolah saya, SMP Zainuddin Waru, baru saja pasang jaringan internet fiber (hore... sambil teriak jingkrak jingkrak lalu berlutut sambil melirihkan kata "akhirnya..."), maka saya pun memigrasikan seluruh kebutuhan internet ke jaringam baru itu. Sebenarnya ada 3 Wireless router yang salah satunya adalah modem. Namun pada jaringan yang sebelumnya hanya saya pasang 1 router. Setelah bermigrasi ke FO, saya pasang semua router. Muncul masalah, laptop saya dan beberapa perangkat seluler guru yang lain tidak bisa terkoneksi ke internet meskipun tersambung ke jaringan WiFi dengan sinyal yang mak...

MAIN KEMALAMAN, WAGIMIN HILANG

Cerita pengantar tidur untuk Afham: Wagimin, seorang bocah yang hidup di zaman dahulu. Zaman saat listrik belum mengaliri kampung-kampung di Indonesia. Suatu malam, Wagimin main keluar rumah dengan berbekal obor. Saking asiknya bermain, Wagimin enggan pulang. Ketika malam semakin larut, orang tua Wagimin mencari ke mana-mana. Namun Wagimin tak kunjung ditemukan. Mereka mencari ke rumah teman-temannya namun mereka tak ada yang tahu di mana Wagimin berada. Karena situasi dianggap sudah mengkhawatirkan, orang tua Wagimin memutuskan untuk melapor pak Lurah. Pak Lurah pun mengerahkan warga untuk berkumpul. Ada yang membawa obor, ada yang membawa kentongan. Hampir semua warga desa laki-laki ikut serta. Oleh pak Lurah mereka dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menyisir daerah-daerah yang dianggap singit (misterius). Seperti barongan (gugusan pohon bambu), bendungan, ladang, lapangan desa dan lain sebagainya. Setelah berjam-jam berkeliling tanpa hasil, pak Lurah memutuskan untuk...

Aplikasi Tabungan Sekolah

Berawal dari permintaan istri saya untuk dibuatkan aplikasi tabungan sekolah akhirnya saya putuskan untuk membagi aplikasi tabungan sekolah ini kepada publik dengan beberapa perubahan untuk menyesuaikan kebutuhan secara umum tentu saja. Aplikasi tabungan sekolah ini adalah aplikasi yang amat sangat sederhana yang dibuat dengan pengetahuan dan kemampuan seadaanya. Aplikasi ini saya buat dengan menggunakan Microsoft Excel dan VBA (Visual Basic Application). Bagi yang berminat silakan download di : 1. Aplikasi 2. Petunjuk Penggunaan Semoga Bermanfaat

Memahami Dunia Remaja

Barangkali dunia remaja sudah tidak relevan lagi bagi saya. Perubahan umur membuat saya mengalami perubahan. Ketertarikan saya kepada sesuatu yang bersifat remaja sudah memudar. Saya tidak lagi tertarik dengan sinetron-sinetron remaja, program tv music show, novel remaja dan lain-lain yang dulu pernah saya suka. Saya sudah tidak lagi hafal nama-nama artis pendatang baru yang digemari remaja. Namun sebagai guru SMP saya merasa perlu untuk mengenal dunia remaja lagi. Saya mulai belajar menghafal sinetron-sinetron remaja dan para aktrisnya. Saya menjadi mengerti bahwa Cherrybelle itu girlsband sedangkan JKT48 itu idol group, meskipun mereka sama-sama menari sambil menyanyi bukan menyanyi sambil menari. Karena aksi koreografinya lebih ditonjolkan daripada musikalitasnya. Bahkan, yang saya tidak bisa pahami, ada sekelompok remaja yang terlibat perdebatan sengit di dunia maya karena permasalahan idol group bukanlah girlsband biasa. Perdebatan ini terasa lebih penting dari perlu tidaknya men...

Bekerja dengan Menggunakan Fasilitas Warkop

Di beberapa kantor tempat bekerja berlaku peraturan yang sangat ketat. Pegawai dilarang menggunakan fasilitas kantor untuk keperluan yang bersifat pribadi. Smile Printing tempat saya biasa mencetak plat cetak dan A3 laser memiliki aturan yang juga cukup ketat untuk para pegawainya. Mereka melarang pegawai menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi seperti, telepon, internet, kendaraan dan macam-macam lainnya. Melihat hal itu saya jadi teringat warkop atau warung kopi. Saya sudah hobi nongkrong di warung kopi sejak masih sekolah, saat masih nyantri di Pesantren Tebuireng saya gemar nongkrong di warkop Narti. Kalau teman-teman nongkrong di sana karena ingin merokok sembunyi-sembunyi (peraturan pesantren melarang santri merokok), saya tidak. Entahlah saya hanya merasa rileks kalau nongkrong di warkop meski hanya ditemani secangkir kopi. Kebiasaan nongkrong di Warkop itu berlanjut ketika saya kuliah. Namun agak berbeda dengan ketika masih nyantri. Saat kuliah saya sering non...

Pakar Gunung Api

"Beri kesempatan Gunung untuk memberikan kesuburan bagi bumi melalui letusannya, kita untuk sementara minggir dulu. Nanti kalau selesai kita balik lagi," kata Surono, Kepala PVMBG. Akademisi yang gaya bahasanya seperti filosof. Seperti ahli tasawwuf. Seorang anak bangsa dengan kepakaran yang langka, PAKAR VULKANOLOGI. Adakah di antara kita yang bercita-cita menjadi ahli ke-Gunung Api-an? Atau malah takut dikata-katain sebagai Mbah Maridjan KW 2. Padahal negeri ini adalah Ring of Fire. Gudangnya gunung api yang sambung-menyambung menjadi satu.

Terapi Back To Children

Langkah kami terhenti ketika sampai pada sebuah pendopo terbuka berukuran tidak terlalu besar. Di situlah anak didik kami, siswa SMP Zainuddin kelas 8 berkumpul untuk mendapatkan materi tentang Herbarium. Karena seluruh kegiatan itu sudah dihandle oleh tim dari Taman Safari Indonesia Prigen, praktis kami, para guru hanya menjadi penonton. Di luar sana hujan turun. Seorang guru tengok kanan tengok kiri mencari tempat sholat. Seorang guru yang lain asyik menikmati camilan. Seorang guru yang lain celingak-celinguk memandangi wahana permainan di sekitar pendopo itu. Lama beliau memandangi arena permainan bumper car. Ya, nama resminya adalah Bumper Car tapi orang-orang sering salah sebut menjadi Bombom Car. Tak apa. Itu bukan masalah serius buat negeri ini. Setelah lama memandang akhirnya beliau melontarkan ajakan untuk menuju ke sana. Tiga-empat guru sepakat dengan ide itu, termasuk saya yang sedang bingung harus ngapain di pendopo ini. Tak lama setelah kami menjejakkan kaki di arena...

Harga Elpiji Non Subsidi Naik, Kok Hanya Dahlan Iskan yang Mengaku Salah ?

Beberapa hari belakangan ini ramai media menyoal kenaikan harga elpiji 12 kg alias elpiji non subsidi. Kenaikan yang mengagetkan di awal tahun. Menjadi ramai karena kenaikannya yang langsung drastis dan terjadi di awal tahun 2014 pula. Tahun politik, kata orang. Maka para pejabat yang berlatak belakang partai politik pun tidak mau hal ini menjadi bumerang. Mereka beramai-ramai berstatemen bahwa mereka tidak terlibat dan tidak ikut bertanggung jawab atas kenaikan harga itu. Lalu mereka mengambil langkah-langkah agar kenaikan harga yang cukup tinggi tersebut dikoreksi. Di antara jajaran para pejabat, yang paling bertanggung jawab adalah menteri BUMN dalam hal ini Dahlan Iskan. Karena strukturnya yang langsung membawahi Pertamina. Beliaupun menjadi sasaran tembak banyak orang termasuk para menteri lainnya yang menurut saya agak aneh. Hingga akhirnya Dahlan Iskan pun mengaku salah atas kenaikan harga tersebut. Saya pikir pengakuan salah Dahlan Iskan itu kurang tepat dan han...

Kembali ke Jalan Blogger yang Benar

Saya pernah merasa (atau mungkin mengklaim diri) sebagai penulis. Hanya karena saya hobi menulis. Selain membaca dan sepak bola tentunya. Saya akui saya memang cukup sering menulis waktu itu. Tepatnya sejak saya SMP sampai kuliah. Bahkan ketika kuliah tulisan saya pernah dimuat di koran Jawa Pos. Tidak jarang saya menulis puisi.  Hobi itu menjadi tersalurkan ketika saya mengenal blog. Maka tulisan-tulisan yang sebagian besar tercatat di kertas binder, menggandakan diri ke blog. Namun sejak menikah saya merasa mengalami penurunan intensitas menulis. Dan itu diperparah lagi oleh semakin ngetrennya social network facebook dan twitter.  Sensasi facebookan yang hanya dengan menulis beberapa kata kemudian ada yang merespon dengan komentar dan begitu juga sebaliknya memberi respon dari status orang lain menciptakan keasyikan tersendiri dari berfacebook ria. Tidak jarang banyak waktu yang terbuang hanya untuk membaca status orang atau balas membalas komentar.  Maka keasyikan...

PERANGKAP DAHLAN

Kiprah Menteri BUMN Dahlan Iskan sejak masuk ke pemerintahan sering membuat gebrakan. Hal ini sering mengundang reaksi para politisi. Entah karena gebrakan Dahlan mempengaruhi kepentingannya, atau karena gebrakan Dahlan membuat para politisi itu kecolongan momen untuk pencitraan. Citra yang sangat kinclong itu membuat citra politisi yang tidak kinclong-kinclong amat menjadi kelihatan meredup. Ibarat lampu stadion sepakbola yang daya pancaran cahaya sedemikian terang kalau disandingkan dengan benderangnya matahari siang hari maka lampu itu seperti tidak memancarkan apa-apa. Meski mendapat gesekan dari kanan-kiri depan-belakang, Dahlan kelihatan enjoy saja. Saya melihat meski Dahlan bukan politisi tapi Dahlan memiliki kecerdikan yang umum dimiliki politisi. Inilah yang membedakan Dahlan dengan profesional lain yang masuk ke jajaran pemerintahan. Sedikit banyak pengalaman Dahlan sebagai wartawanlah yang membentuk karakter cerdik seorang politisi itu. Ibarat permainan catur, tidak jara...

Alun-Alun

Dulu nak, waktu ayah masih belum menikah dengan mama kamu, tempat yang sangat luas ini penuh dengan lautan manusia tiap malamnya. Deretan pedagang kaki lima membentuk lorong-lorong yang berkelok-kelok. Aneka macam benda dijual di sini. Tapi ayah dan mama tidak beli apapun. Kami hanya mampir sebentar di salah satu lapak penjual makanan di trotoar yang lebar sebelah timur itu. Makan nasi pecel pincuk sambil minum es jus alpukat. Waktu itu sore hari ba'da Maghrib. Kami habis rapat di kantor PCNU. Rapat IPNU-IPPNU. O ya, tempat luas yang penuh dengan tanaman hijau ini namanya alun-alun Sidoarjo.

Diuber celeng

Sore-sore mari mulih angon, Bunali pethuk ambek Brudin. "Waras ta !! " jare Brudin ndhik Bunali. "Waduh dino iki aku meh mati disruduk celeng " jare Bunali. "Lho kok isok ngono, yok opo ceritone ?" jare Brudin. "Mau awan iku aku pethuk celeng, terus tak garai, tak kileni ambek pring dhadhak nguamuk. Aku diuber-uber katene disrudhuk, untunge iku celenge bolak-balik tibo kepleset, dhadhi aku sempet menek wit klopo". jare Bunali. "Waduh cik sereme, lek aku sing ngalami wis pucet kepuyuh-puyuh gak karuan" jare Brudin. "Lho, aku iyo ngono, kon pikir celenge kepleset opo ?"

PUTUS ASA

Sore-sore Muntiyadi jagongan ngelamun nang warung, pandangane kosong ambek tangane ngudek es teh. Moro-moro Paidi, koncone, teko ngageti terus langsung nyaut ngombene Muntiyadi diglogok sampek enthek, karepe ngono ngejak guyon. Muntiyadi nuangis gerung-gerung, koncone malih gupuh kabeh. "Wok!! Kon iku jarene tentara tapi kok cik gembenge, ngombemu tak saut ae wis nangis," jare Paidi. "Sak dino iku apes thok uripku." jare Muntiyadi. "Lho opoko, mbok menowo aku isok nulungi," jare Paidi sakno. "Isuk mau, aku dipecat mergo ngilangno bedhile komandan," jare Muntiyadi. "Walah ngono ae lho, laopo se dipikir. Awakmu lak demphal tah, dadi bodyguard utowo preman pasar sik payu," jare Paidi. "Iku sik gak sepiro. Mari dipecat, aku mulih gasik. Pas sampek omah, dhadhak aku mergoki bojoku lagi indehoi ambek koncoku," jare Muntiyadi. "Wis gak usah dipikir. Bojomu lak pancen ngono kelakuane, pegaten ae, wong wedhok sik uakeh sing tahes ...

Jin

Mari kekeselen ngerombeng gak oleh-oleh, Kayat ngaso ndhik ngisore wit asem, mripate nguantuk, sikile kemeng, wetenge luwe. Sik tas katene keturon, dhadhak sikile ngincak botol. Bareng botole dijupuk dhadhak metu beluk’e, Kayat mencolot kuaget. "Hua ha ha ha, jenengku jin botol, telu panjalukmu bakal tak turuti,"jare jine. "Gak percoyo aku, paling kon kate mbujuki aku. Biyen aku iki ngguanteng lan sugih, lha saiki aku malih ireng mlarat koyok ngene iki mergo dibujuki ambek jin" jare Kayat. "Lho biyen iku be'e awakmu pethuk ambek jin kaspo, lha aku iki lak jin apik’an ta, dhadhi wis gak usah khawatir. Opo maneh awakmu wis kadung koyok ngono, gak bakal isok luwih soro maneh, wis ta gak rugi pokok’e. Lek gak percoyo, coba’en dhisik ae njaluk opo" jare jine maneh. "Yo wis, awas lek awakmu mbujuk’i. Tak gibheng koen !!!. Sing pertama, aku kepingin ndhuwe dhuwik sak karung," jare Kayat "Meremo dhiluk.." jare jine. Ting... Pas melek moro-m...

MbahJo

Mbah Jo dirawat ndhik rumah sakit. Jare doktere asmane wis kronis, irunge sampek dipasangi selang. Wis pirang-pirang dino iki mbah Jo mueneeng ae koyok wong koma, mripate thok sing ketap-ketip. Dikiro wis wayahe mangkat, anake nyelukno mudhin ben didungakno. Pas Mudhine enak-enak ndungo, moro-moro Mbah Jo megap-mggap gak isok ambekan, raine pucet, tangane gemeter. Nganggo bahasa isyarat mbah Jo nirokno wong nulis. Anake ngerti maksute, langsung dijupukno kertas ambek pulpen. Ambek megap-megap, Mbah Jo nulis surat. Karo siso-siso tenogone Mbah Jo ngekekno surate iku mau nang Pak Mudhine. Ambek Pak Mudhine kertase iku mau langsung disaki, rasane kok gak tepak moco surat wasiat saiki, pikire Pak Mudhin. Mari ngesaki surat Pak Mudhin nerusno ndungone. Gak sui mari ngono mbah Jo mangkat. Akeh wong sing kelangan, soale masio sangar, Mbah Jo iku wonge apikan. Pas selametan pitung dinane Mbah Jo, Pak Mudhin diundang maneh. Mari mimpin ndungo, Pak Mudhin lagek iling lek dhe'e nganggo klambi...