Skip to main content

Posts

MEMILIH

saat tersulit adalah saat harus memilih. Terkadang kita menjadi bodoh karenanya. Rasanya ingin kembali ke masa ketika tak ada yang bisa dipilih. Tapi kita sudah terlalu bosan melaluinya. Biarlah kita berdiri di atas tali kebimbangan. Toh kita pasti akan melaluinya. Entah selamat atau tidak. Entah memilih dengan tepat atau ada sedikit kekeliruan. Yang perlu diingat, kita tidak akan pernah bisa berhenti dalam menemukan yang terbaik. Cobalah puas dengan kenikmatan duniawi yang ada. Niscaya syukur pun tak lagi hanya menghiasi lidah. Mari kita merenung. Sudahkah kita menentukan pilihan? Ah, lagi-lagi bimbang mendominasi Surabaya, 18-12-2007

Kisah Yang Sulit

Ketika kisah terhalang sungai Deretan paragrafnya hanyut terbawa arus Ingin kumenulis kisah lagi Di tempatku berdiri Tak lagi khawatir akan arus sungai Tapi untuk menulis kisah itu Tak kutemukan juga kalimat pembukanya Apalagi kisah lama melolong minta tolong Tambakrejo, 2 April 2008

Aliran Rasa

Aku tak tahu Darimana rasa itu berasal Dan aku tak tahu Ke mana rasa itu akan bermuara Namun aku berharap Rasa itu akan terus mengalir Hingga aliran darah di jantungku berhenti Rasa itu adalah cinta untukmu Sidoarjo, 7 September 2007

ANTARA IPNU ATAU NABA

Boleh dibilang Naba' adalah cinta pertamaku sedangkan IPNU menempati posisi kedua. Bagaimana bisa? Bukankah Naba' bagian dari IPNU? Waktu itu aku masih sekolah, masih tinggal di pesantren. Saat liburan tiba aku pulang ke rumah. Pada waktu itulah aku mendapati majalah bikinan anak IPNU-IPPNU Ancab Waru di meja belajar sepupuku. Majalah Naba' namanya. Saat itu juga aku langsung jatuh cinta dan bertekad suatu saat aku harus bergabung di dalamnya. Beradu kreativitas dengan kawan-kawan di sana. Mungkin perasaan itu muncul karena ada perasaan ingin balas dendam atas kegagalanku menerbitkan majalah sekolah. Aku cuma bisa menahkodai penerbitan buletin mingguan. Waktupun berlalu hingga akhirnya aku lulus dan memutuskan untuk pulang dari pesantren. Saat itulah aku mulai diajak ikut ke IPNU dan akupun mulai mencintai organisasi ini. Tapi hanya sebagai cinta kedua. Cinta pertama tetap untuk majalah Naba'. Pernah memang, aku ditawari untuk ikut ke Naba'. Entah siapa yang merekom...

Penjual Getuk

Hampir tiap pagi aku berpapasan dengan anak ini. Si penjual getuk keliling. Buat yang belum tau getuk, getuk adalah semacam jajanan khas Jawa yang terbuat dari ketela yang diolah sedemikian rupa sehingga membentuk seperti bantal kecil yang berwarna-warni. Jajanan ini udah ada sejak dulu bahkan sampai ada lagunya yang salah satu baitnya berbunyi 'getuk asale soko telo, sopo ngantuk iku tombone opo'. Kalo dulu pas aku masih kecil penjual getuk itu membawa gerobak yang dirombongnya itu dipasang corong speaker (biasanya mereknya TOA) lalu memutar lagu-lagu bang Haji Rhoma Irama. Tapi seiring berkembangnya zaman, maka rombong getuk pun mengalami transformasi teknologi dengan menggunakan sound yang suaranya ga' terlalu bikin berisik kayak corong speaker dan lagu-lagu yang diputerpun lagu-lagu pop masa kini, kayak Ungu, Kangen Band, The Rock, Dewa, dll. meskipun terkadang-kadang masih muter dangdut juga sih. Kembali ke si penjual getuk. Tiap pagi ketika aku lari pagi, aku sering b...

Ayat-Ayat Cinta

Film yang ditunggu-tunggu banyak orang termasuk aku. Katanya mau premier akhir Desember 2007, aku pun udah ga' sabar nunggu. Ga' taunya mundur, mundur, dan mundur, bikin gemes. Dan akhirnya film yang diadaptasi dari novel karya Habiburrahman As-Sirazy ini dipremier juga pas tanggal 28 Pebruari 2008. Malah denger-denger udah dipremier sebelum itu. Aku berani kasih nilai 8 buat film besutan Hanung Bramantyo ini, betapa tidak, Hanung berhasil menyihir penonton. Banyak yang menangis bombai dibuatnya. Meski ceritanya tidak 100% menerjemahkan dari apa yang ada di novel, tapi tidak mengurangi maknanya. Memang harus ada sentuhan-sentuhan ala film di cerita itu. Di film itu juga untuk pertama kalinya ku melihat aktingnya Carrisa Putri. Nih cewek cuantik banget. Suaranya juga imut. Aku paling seneng kalo denger dia bilang "Suwaiya ya, mama..". kedengaran lucu. Kalo membandingkan novel dan filmnya kayaknya banyak sekali ketidaksamaan sketsa, tapi itu bagi aku ga' masalah. Ka...