Skip to main content

Posts

2012 dan Sponges Bob itu sama2 fiktif

MUI Malang mengharamkan nonton film 2012. Untung nonton film Sponges Bob SP dan Naruto Shippuden tidak diharamkan. Bagi saya, ketiga-tiganya sama2 fiktif. Kefiktifan kiamat pada tanggal 21 Des 2012 pada film 2012 sama dengan kefiktifan ikan-ikan yang bisa nyetir mobil di bawah laut pada film Sponges Bob. Hanya lucu-lucuan saja. Penonton tidak setolol itu kok untuk percaya. Justru, selain berterima kasih kepada Production House Infotaintment, Produser film 2012 juga harus berterima kasih kepada MUI Malang karena telah membuat orang2 yang tidak tertarik dengan film 2012 menjadi semakin penasaran. Seperti saya mungkin. Hanya nunggu kapan dia ada waktu.

PETANG HARI YANG KURINDUKAN

Saya sangat merindukan masa-masa yang mudah-mudahan kelak akan saya alami. Tak usah sok kritis! Biarkan saya rindu terhadap sesuatu yang belum pernah saya temui di dunia nyata. Toh sesuatu itu sering saya temui di dalam imajinasi saya. Tiap petang, setelah capek pulang kerja, membersihkan diri dengan air segar, membaca beberapa maqra’ Al-Qur’an lalu santai-santai di depan tv. Nonton Opera Van Java yang gila itu. Sambil menikmati tv, istriku yang berhidung mancung itu merajuk manja menyandarkan kepalanya pada pundakku. Kami ketawa-ketawa bareng. Ulah Aziz gagap dan Sule memang selalu membuat kita berdua terbahak. Apalagi ketika ia membelokkan cerita dari garis merah yang ditentukan. Kadang jadi ibu-ibu, kadang jadi Zainuddin MZ dan lain-lain. Sesekali istriku yang berkulit putih itu menggoyang-goyangkan tubuhku sambil memanggilku pelan. “Mas…” itulah ekspresi manja dia. Rasa pegal dan capek yang menderaku saat beraktivitas seharian sirna dengan sendirinya. “Dalem sayang…” jawabku deng...

KONFERENSI PERS

Para wartawan segera berkumpul, siapkan bolpen dan buku catatanmu, nyalakan recordermu, angkat kamera yang menggantung di lehermu, fokuskan lensa handycam mu. Dengar baik-baik... Saya akan memberi pernyataan dalam konferensi pers kali ini. Ini kesempatan langka. Jangan disia-siakan, agar kamu tidak dimarahi bosmu karena ketinggalan momen langka dan penting ini. Kalian tahu... betapa memaafkan itu lebih mulia daripada meminta maaf. Kenapa? Karena memaafkan itu lebih berat daripada meminta maaf. Meskipun meminta maaf itu mempertaruhkan harga diri, tetapi meminta maaf itu sejatinya adalah mengembalikan harga diri yang telah tergores noda. Sehingga memberi maaf menjadi lebih mulia daripada meminta maaf. Memaafkan, terkadang sangatlah berat. Ketika kesalahan yang harus dimaafkan teramat besar. Namun, seringkali karena melihat ketulusan si peminta maaf. Memaafkan menjadi sedikit ringan. Itu adalah ketika orang lain yang meminta maaf. Berbeda dengan ketika yang meminta maaf adalah diri kita s...

MAS FURQON

Aku kirain iwakdig yang harga print warnanya murah itu masih buka, ternyata sudah tutup. Aku pun terus melaju di atas Vega-R Oranye pemberian orang tua. Mmm... Belum, belum bisa disebut pemberian karena di STNKnya belum mengatasnamakan diriku. Mungkin lebih pantas dipinjamkan Orang tuaku. Baiklah di sini saya tidak sedang ingin membahas motor produksi Yamaha itu. Saya sedang ingin memberitahu bahwa siang-siang yang amat panas itu saya sedang mencari rental komputer di sekitar kampus untuk mengeprint sesuatu. Saya butuh print warna. Dan banyak rental yang angkat tangan kalo sudah ngprint warna. Dasar produsen printer bodoh!!! Di mana-mana katrid printer yang warna selalu rusak terlebih dahulu. Akhirnya saya menemukan sebuah rental yang bisa ngeprint warna. Begitu turun dari motor tiga orang karyawannya yang sedang duduk di depan komputer langsung melihat saya penuh heran dari dalam ruangan. Begitu masuk dan bilang kalo mau ngeprint saya langsung dilayani, karena memang suasana rent...

Tipe Orang Menunggu

Sebenarnya banyak referensi yang bisa dijadikan Landasan Teori untuk membahas "Menunggu" Kali ini saya akan merujuk pada lirik lagu "Menunggu"nya Ridho Rhoma Feat Sonet 2 Band yang berjiwa mellow dan sebuah puisi dari Andi Eriawan yang berjiwa 'COWOK' banget. Jika ada seseorang yang sedang menunggu seseorang. Entah itu menunggu wujudnya, menunggu jawabannya, menunggu keputusannya, menunggu kepastiannya atau menungggu nya-nya yang lain. Bolehlah saya membaginya menjadi dua tipe penunggu: Tipe pertama , orang yang akan setia menunggu dan menunggu bahkan tidak disuruh menunggu pun ia akan tetap menunggu. Dengan harapan suatu saat yang ia tunggu, mau ditunggu. Maka dia adalah tipe orang yang setia. Ini adalah tipe yang gak ada matinya. Kecuali kalo harapan itu sudah musnah. Untuknya saya persembahkan lirik "Menunggu"nya Ridho Rhoma feat Sonet 2 Band yang diciptakan Bang Haji. MENUNGGU Sekian lama aku menunggu Untuk kedatanganmu Bukankah engkau telah b...

THE CONFUSED TRANSACTION

"Piro Mas?" (Berapa, mas?) Tanyaku "Petang Puluh". (Empat Puluh) Jawabnya. Wah, mahal sekali. Sialan!! Apakah tambal ban di sini memang memasang tarif VIP atau memang pasarannya segitu. Mengganti ban dalam, diberi harga Rp. 40.000. Padahal sekilas aku sempat melirik kotak pembungkus ban bermerk IRC itu, terdapat bandrol bertuliskan 26.000. Berarti ongkos mengganti bannya (40.000 - 26.000= 14.000) Empat Belas Ribu Rupiah. "Petang Puluh Limo", (Empat Puluh Lima) ralatnya tiba-tiba. Hah... Tambal ban di sini harganya fluktuatif sekali! Seperti Mata Uang Rupiah saja pikirku. Tapi sudahlah, mungkin itu memang Rezeki dia. Allah sudah mengatur rezeki itu dengan membuat bocor pentil ban depan motorku (huruf 'e' dalam kata pentil dibaca seperti huruf 'e' dalam kata pensil, bukan huruf 'e' dalam kata pentol). Ya sudahlah, dengan berat hati dan sedikit menggerutu di dalam hati aku keluarkaan uang Lima Puluh Ribu dari dompet. Asumsiku aku akan ...