Skip to main content

Posts

Pakar Gunung Api

"Beri kesempatan Gunung untuk memberikan kesuburan bagi bumi melalui letusannya, kita untuk sementara minggir dulu. Nanti kalau selesai kita balik lagi," kata Surono, Kepala PVMBG. Akademisi yang gaya bahasanya seperti filosof. Seperti ahli tasawwuf. Seorang anak bangsa dengan kepakaran yang langka, PAKAR VULKANOLOGI. Adakah di antara kita yang bercita-cita menjadi ahli ke-Gunung Api-an? Atau malah takut dikata-katain sebagai Mbah Maridjan KW 2. Padahal negeri ini adalah Ring of Fire. Gudangnya gunung api yang sambung-menyambung menjadi satu.

Terapi Back To Children

Langkah kami terhenti ketika sampai pada sebuah pendopo terbuka berukuran tidak terlalu besar. Di situlah anak didik kami, siswa SMP Zainuddin kelas 8 berkumpul untuk mendapatkan materi tentang Herbarium. Karena seluruh kegiatan itu sudah dihandle oleh tim dari Taman Safari Indonesia Prigen, praktis kami, para guru hanya menjadi penonton. Di luar sana hujan turun. Seorang guru tengok kanan tengok kiri mencari tempat sholat. Seorang guru yang lain asyik menikmati camilan. Seorang guru yang lain celingak-celinguk memandangi wahana permainan di sekitar pendopo itu. Lama beliau memandangi arena permainan bumper car. Ya, nama resminya adalah Bumper Car tapi orang-orang sering salah sebut menjadi Bombom Car. Tak apa. Itu bukan masalah serius buat negeri ini. Setelah lama memandang akhirnya beliau melontarkan ajakan untuk menuju ke sana. Tiga-empat guru sepakat dengan ide itu, termasuk saya yang sedang bingung harus ngapain di pendopo ini. Tak lama setelah kami menjejakkan kaki di arena...

Harga Elpiji Non Subsidi Naik, Kok Hanya Dahlan Iskan yang Mengaku Salah ?

Beberapa hari belakangan ini ramai media menyoal kenaikan harga elpiji 12 kg alias elpiji non subsidi. Kenaikan yang mengagetkan di awal tahun. Menjadi ramai karena kenaikannya yang langsung drastis dan terjadi di awal tahun 2014 pula. Tahun politik, kata orang. Maka para pejabat yang berlatak belakang partai politik pun tidak mau hal ini menjadi bumerang. Mereka beramai-ramai berstatemen bahwa mereka tidak terlibat dan tidak ikut bertanggung jawab atas kenaikan harga itu. Lalu mereka mengambil langkah-langkah agar kenaikan harga yang cukup tinggi tersebut dikoreksi. Di antara jajaran para pejabat, yang paling bertanggung jawab adalah menteri BUMN dalam hal ini Dahlan Iskan. Karena strukturnya yang langsung membawahi Pertamina. Beliaupun menjadi sasaran tembak banyak orang termasuk para menteri lainnya yang menurut saya agak aneh. Hingga akhirnya Dahlan Iskan pun mengaku salah atas kenaikan harga tersebut. Saya pikir pengakuan salah Dahlan Iskan itu kurang tepat dan han...

Kembali ke Jalan Blogger yang Benar

Saya pernah merasa (atau mungkin mengklaim diri) sebagai penulis. Hanya karena saya hobi menulis. Selain membaca dan sepak bola tentunya. Saya akui saya memang cukup sering menulis waktu itu. Tepatnya sejak saya SMP sampai kuliah. Bahkan ketika kuliah tulisan saya pernah dimuat di koran Jawa Pos. Tidak jarang saya menulis puisi.  Hobi itu menjadi tersalurkan ketika saya mengenal blog. Maka tulisan-tulisan yang sebagian besar tercatat di kertas binder, menggandakan diri ke blog. Namun sejak menikah saya merasa mengalami penurunan intensitas menulis. Dan itu diperparah lagi oleh semakin ngetrennya social network facebook dan twitter.  Sensasi facebookan yang hanya dengan menulis beberapa kata kemudian ada yang merespon dengan komentar dan begitu juga sebaliknya memberi respon dari status orang lain menciptakan keasyikan tersendiri dari berfacebook ria. Tidak jarang banyak waktu yang terbuang hanya untuk membaca status orang atau balas membalas komentar.  Maka keasyikan...

PERANGKAP DAHLAN

Kiprah Menteri BUMN Dahlan Iskan sejak masuk ke pemerintahan sering membuat gebrakan. Hal ini sering mengundang reaksi para politisi. Entah karena gebrakan Dahlan mempengaruhi kepentingannya, atau karena gebrakan Dahlan membuat para politisi itu kecolongan momen untuk pencitraan. Citra yang sangat kinclong itu membuat citra politisi yang tidak kinclong-kinclong amat menjadi kelihatan meredup. Ibarat lampu stadion sepakbola yang daya pancaran cahaya sedemikian terang kalau disandingkan dengan benderangnya matahari siang hari maka lampu itu seperti tidak memancarkan apa-apa. Meski mendapat gesekan dari kanan-kiri depan-belakang, Dahlan kelihatan enjoy saja. Saya melihat meski Dahlan bukan politisi tapi Dahlan memiliki kecerdikan yang umum dimiliki politisi. Inilah yang membedakan Dahlan dengan profesional lain yang masuk ke jajaran pemerintahan. Sedikit banyak pengalaman Dahlan sebagai wartawanlah yang membentuk karakter cerdik seorang politisi itu. Ibarat permainan catur, tidak jara...

Alun-Alun

Dulu nak, waktu ayah masih belum menikah dengan mama kamu, tempat yang sangat luas ini penuh dengan lautan manusia tiap malamnya. Deretan pedagang kaki lima membentuk lorong-lorong yang berkelok-kelok. Aneka macam benda dijual di sini. Tapi ayah dan mama tidak beli apapun. Kami hanya mampir sebentar di salah satu lapak penjual makanan di trotoar yang lebar sebelah timur itu. Makan nasi pecel pincuk sambil minum es jus alpukat. Waktu itu sore hari ba'da Maghrib. Kami habis rapat di kantor PCNU. Rapat IPNU-IPPNU. O ya, tempat luas yang penuh dengan tanaman hijau ini namanya alun-alun Sidoarjo.