Skip to main content

Pencipta Asli Lagu Geby "Jauh"


Belakangan di televisi banyak orang yang mengaku menjadi pencipta asli lagu Geby yang berjudul jauh atau tinggal kenangan atau apalah itu....
Yang jelas pencipta sebenarnya lagu itu adalah aku.
Lagu berjudul jauh yang dinyanyikan Geby itu sebenarnya adalah lagu gambus yang berjudul "Bib Ba'iid...." yang artinya "Kekasihku nun Jauh". Lagu itu aku ciptain spesial bwt kekasihku nun jauh di Jakarta, Luna Maya (yeah, right!!). Dan rencananya mo dimainin sama Qothrunnada. Tapi belum sempet Qothrunnada menggarap lagu itu karena ada kendala teknis, iseng-iseng aku mencoba menguploadnya di Internet. Lalu aku bwt versi terjemahan bahasa Indonesianya, dan aku upload juga di internet. Penyanyi lagu tersebut baik yang versi gambus maupun versi pop Indonesia sebenarnya bukanlah cewek. Juga bukan cowok. (Trus apa dong?), yup! benar penyanyi pertama lagu itu adalah seorang banci yang bernama Susan kalo malam hari dan bernama Anto kalo siang hari. Lha wong nama lengkapnya Susanto kok.
Tapi entahlah tiba-tiba lagu itu dicomot orang lain dan dinyanyikan secara akuistik, direkam via HP dan disebar diinternet. Lagu itulah yang kemudian booming, dan dikenal dengan lagu Geby "Jauh". Behind the song yang beredar menceritakan bahwa lagu itu berkisah tentang seseorang yang ditinggal mati pacarnya. Tapi behind the song yang sebenarnya adalah menceritakan seorang pecinta burung yang dengan sangat berat hati membiarkan burung kesayangannya yang sudah menjadi juara lomba kicau burung di mana-mana dibakar oleh Dinas Kesehatan karena ditengarai terjangkit Aviant Influensa alias Flu Burung. Sungguh tragis, mungkin orang awam kurang bisa merasakan kepedihan hatinya. Tapi katanya, lebih pedih daripada ditinggal mati Luna Maya.

Yah, itulah sekelumit kisah bohong yang dengan amat sengaja aku tulis, karena pengen ikut-ikutan trend mengklaim diri sebagai pencipta lagu Gaby.

Comments

Popular posts from this blog

Rajabiyah dan Kemeriahannya

  Waktu itu sekitar November 1998. Para santri baru saja kembali dari menikmati liburan caturwulan I di bulan Oktober. Sekembali ke pondok, sebagai santri yang baru mondok empat bulan saya dikejutkan dengan kemeriahan di Tebuireng. Kemeriahan itu bernama Rajabiyah. Sebuah kegiatan yang rutin tiap tahun dihelat oleh para santri secara mandiri. Mereka urunan sendiri, membentuk kepanitiaan sendiri, mengurus segala detailnya sendiri. Setiap komplek di Tebuireng menggelar kegiatan Rajabiyah. Pun dengan Orda (Organisasi Daerah) juga menggelar kegiatan dengan tema yang sama. Kemeriahan Rajabiyah ini persis seperti kemeriahan Agustusan di kampung. Berbagai lomba digelar. Mulai dari lomba ilmiah semacam lomba baca kitab, lomba pidato, lomba adzan, lomba bilal, lomba cerdas cermat, lomba kaligrafi dan semacamnya. Sampai dengan lomba non ilmiah yang bernuansa hiburan seperti balap karung, kepruk kendil, sepak bola, makan krupuk dan lomba aneh-aneh lainnya. Untuk lomba non ilmiah ini nampak ma...

Algoritma Google dalam Menerka

Google perusahaan pencari paling besar di bumi selain semakin menggila, juga semakin tidak masuk akal perkembangannya. Algoritma yang dikembangkan google membuat kesok tahuan google bermetamofosis menjadi keserba tahuan. Dulu untuk mencari data menggunakan mesin pencari semacam google diperlukan trik-trik khusus. Yakni dengan menambahkan algoritma pemrograman. Di antara trik itu bisa dibaca di sini . Kita perlu menambahkan AND, OR, *, -, &, dan lain sebagainya ke dalam pencarian kita. Lebih rincinya silakan dibaca di artikel tersebut. Artikel itu ditulis pada 2008. Sekarang. 11 tahun dari artikel itu ditulis. Algoritma google sudah mengalami kemajuan pesat. Suatu malam, tetangga saya punya hajat. Manten. Agak jauh dari rumah. Tapi suara sound systemnya terdengar cukup jelas dari kamar tidur saya. Afham yang saat itu mendengar sebuah lagu dari acara mantenan secara refleks menirukan. Entah darimana ia mengenal lagu itu. Hanya saja ia melafalkan lirik yang salah. Saat ...

Penjual Getuk

Hampir tiap pagi aku berpapasan dengan anak ini. Si penjual getuk keliling. Buat yang belum tau getuk, getuk adalah semacam jajanan khas Jawa yang terbuat dari ketela yang diolah sedemikian rupa sehingga membentuk seperti bantal kecil yang berwarna-warni. Jajanan ini udah ada sejak dulu bahkan sampai ada lagunya yang salah satu baitnya berbunyi 'getuk asale soko telo, sopo ngantuk iku tombone opo'. Kalo dulu pas aku masih kecil penjual getuk itu membawa gerobak yang dirombongnya itu dipasang corong speaker (biasanya mereknya TOA) lalu memutar lagu-lagu bang Haji Rhoma Irama. Tapi seiring berkembangnya zaman, maka rombong getuk pun mengalami transformasi teknologi dengan menggunakan sound yang suaranya ga' terlalu bikin berisik kayak corong speaker dan lagu-lagu yang diputerpun lagu-lagu pop masa kini, kayak Ungu, Kangen Band, The Rock, Dewa, dll. meskipun terkadang-kadang masih muter dangdut juga sih. Kembali ke si penjual getuk. Tiap pagi ketika aku lari pagi, aku sering b...