Skip to main content

Sebuah Sekuel Puisi


Bukan hanya film yang punya sekuel. Bukan hanya novel yang punya sekuel. Puisipun bisa jadi punya sekuel. Seperti puisi berikut (pernah dipost di blog ini kok):

CINTA YANG ANEH
Secara tidak sengaja aku mencintaimu
Dan dengan tidak terduga pula rasa itu sirna
Sebelum sempat engkau mengiranya
Biarlah ini tetap rahasia


Izinkan saya yang sombong dan sok tahu ini, untuk menuliskan sekuel kedua dari puisi di atas:

CINTA YANG ANEH (2)
Rasa itu pernah sirna
Tapi aku tak punya kuasa untuk membiarkannya kembali
Aku bisa memaksa tanganku menunjuk
Tapi tidak dengan hatiku
Aku bisa memaksa kakiku mengayun
Tapi tidak dengan hatiku
Aku bisa memaksa kepalaku menggeleng
Tapi tidak dengan hatiku
Aku bisa memaksa mulutku berkata "Tidak"
Tapi tidak dengan hatiku
Aku memang bisa memaksa diriku
Tapi tidak pada hatiku
Aku bisa membohongimu
Tapi aku tak bisa membohongi diriku

Ketika sesuatu yang pernah sirna itu kembali
Bahkan semakin menjadi
Biarlah dia tetap tersimpan di hati

Tak sempat memang engkau mengiranya
Karena aku ingin ini tetap rahasia
Mungkin hingga di suatu saat nanti
Ketika semuanya sudah tiba waktunya
Tapi kalau waktu itu tak kunjung tiba
Ya, biar ini tetap rahasia

Kamar 150209


Comments

Popular posts from this blog

Rajabiyah dan Kemeriahannya

  Waktu itu sekitar November 1998. Para santri baru saja kembali dari menikmati liburan caturwulan I di bulan Oktober. Sekembali ke pondok, sebagai santri yang baru mondok empat bulan saya dikejutkan dengan kemeriahan di Tebuireng. Kemeriahan itu bernama Rajabiyah. Sebuah kegiatan yang rutin tiap tahun dihelat oleh para santri secara mandiri. Mereka urunan sendiri, membentuk kepanitiaan sendiri, mengurus segala detailnya sendiri. Setiap komplek di Tebuireng menggelar kegiatan Rajabiyah. Pun dengan Orda (Organisasi Daerah) juga menggelar kegiatan dengan tema yang sama. Kemeriahan Rajabiyah ini persis seperti kemeriahan Agustusan di kampung. Berbagai lomba digelar. Mulai dari lomba ilmiah semacam lomba baca kitab, lomba pidato, lomba adzan, lomba bilal, lomba cerdas cermat, lomba kaligrafi dan semacamnya. Sampai dengan lomba non ilmiah yang bernuansa hiburan seperti balap karung, kepruk kendil, sepak bola, makan krupuk dan lomba aneh-aneh lainnya. Untuk lomba non ilmiah ini nampak ma...

Algoritma Google dalam Menerka

Google perusahaan pencari paling besar di bumi selain semakin menggila, juga semakin tidak masuk akal perkembangannya. Algoritma yang dikembangkan google membuat kesok tahuan google bermetamofosis menjadi keserba tahuan. Dulu untuk mencari data menggunakan mesin pencari semacam google diperlukan trik-trik khusus. Yakni dengan menambahkan algoritma pemrograman. Di antara trik itu bisa dibaca di sini . Kita perlu menambahkan AND, OR, *, -, &, dan lain sebagainya ke dalam pencarian kita. Lebih rincinya silakan dibaca di artikel tersebut. Artikel itu ditulis pada 2008. Sekarang. 11 tahun dari artikel itu ditulis. Algoritma google sudah mengalami kemajuan pesat. Suatu malam, tetangga saya punya hajat. Manten. Agak jauh dari rumah. Tapi suara sound systemnya terdengar cukup jelas dari kamar tidur saya. Afham yang saat itu mendengar sebuah lagu dari acara mantenan secara refleks menirukan. Entah darimana ia mengenal lagu itu. Hanya saja ia melafalkan lirik yang salah. Saat ...

Penjual Getuk

Hampir tiap pagi aku berpapasan dengan anak ini. Si penjual getuk keliling. Buat yang belum tau getuk, getuk adalah semacam jajanan khas Jawa yang terbuat dari ketela yang diolah sedemikian rupa sehingga membentuk seperti bantal kecil yang berwarna-warni. Jajanan ini udah ada sejak dulu bahkan sampai ada lagunya yang salah satu baitnya berbunyi 'getuk asale soko telo, sopo ngantuk iku tombone opo'. Kalo dulu pas aku masih kecil penjual getuk itu membawa gerobak yang dirombongnya itu dipasang corong speaker (biasanya mereknya TOA) lalu memutar lagu-lagu bang Haji Rhoma Irama. Tapi seiring berkembangnya zaman, maka rombong getuk pun mengalami transformasi teknologi dengan menggunakan sound yang suaranya ga' terlalu bikin berisik kayak corong speaker dan lagu-lagu yang diputerpun lagu-lagu pop masa kini, kayak Ungu, Kangen Band, The Rock, Dewa, dll. meskipun terkadang-kadang masih muter dangdut juga sih. Kembali ke si penjual getuk. Tiap pagi ketika aku lari pagi, aku sering b...