Skip to main content

KAMU HARUS TAHU


Gara-gara kamu! Semua gara-gara kamu! Ya, kamu yang terdiam di sana itu. Bukan orang lain. Dan tak usah menunjuk-nunjuk orang lain.

Apa? Kamu tanya kenapa?

Baiklah akan aku jelaskan kalau kamu pura-pura tidak mengerti.
Gara-gara kamu, pikiranku tidak pernah fokus. Padahal banyak tanggung jawab yang harus aku pikirkan. Banyak tugas dan pekerjaan yang harus aku selesaikan. Dan Tuhan hanya hanya memberikan 24 jam sehari untukku. Tidak bisa minta lebih lagi.
Di tengah-tengah minimnya waktu yang diberikan Tuhan kepadaku itu, kamu tak henti-hentinya memenuhi pikiranku. Berbagai tanggung jawab, tugas dan pekerjaan mulai dari urusan cari ilmu sampai urusan cari duit sebenarnya sudah membuat penuh pikiranku. Tapi mengapa selalu ada ruang untuk memikirkan kamu?! Pagi, siang, sore, malam, selalu saja ada kamu di kepalaku. Seperti tengah malam ini..... 

Hei.... kok malah tidur! Aku belum selesai berbicara! Sialan! Kamu enak-enakan tidur di saat aku tidak bisa tidur karena kamu!

Untung kamu manis. Kalau tidak, hhhh.....

Kamar, 160309, 00:12




Lalu akhirnya aku tertidur juga meski sudah dini hari. 

Tapi tetap saja, dalam mimpi, lagi-lagi ketemu kamu. Parasmu yang bermake up sederhana itu, nampak teramat manis. Padahal ini dalam mimpi. Dan di sana, seperti halnya di dunia nyata, kamu tetap mempermainkan aku. Ataukah memang aku yang bodoh?

Ini berarti, kamu sudah tidak lagi menguasai pikiranku. Tapi kamu sudah menguasai pikiran bawah sadarku.

Appaaa???!!! Kamu masih belum mengerti juga maksudku?!!!

Lebih rumit memahami kamu daripada memahami rumus hitung-hitungan Faraidh.

Kamar, 160309, 04:57

Comments

Popular posts from this blog

Rajabiyah dan Kemeriahannya

  Waktu itu sekitar November 1998. Para santri baru saja kembali dari menikmati liburan caturwulan I di bulan Oktober. Sekembali ke pondok, sebagai santri yang baru mondok empat bulan saya dikejutkan dengan kemeriahan di Tebuireng. Kemeriahan itu bernama Rajabiyah. Sebuah kegiatan yang rutin tiap tahun dihelat oleh para santri secara mandiri. Mereka urunan sendiri, membentuk kepanitiaan sendiri, mengurus segala detailnya sendiri. Setiap komplek di Tebuireng menggelar kegiatan Rajabiyah. Pun dengan Orda (Organisasi Daerah) juga menggelar kegiatan dengan tema yang sama. Kemeriahan Rajabiyah ini persis seperti kemeriahan Agustusan di kampung. Berbagai lomba digelar. Mulai dari lomba ilmiah semacam lomba baca kitab, lomba pidato, lomba adzan, lomba bilal, lomba cerdas cermat, lomba kaligrafi dan semacamnya. Sampai dengan lomba non ilmiah yang bernuansa hiburan seperti balap karung, kepruk kendil, sepak bola, makan krupuk dan lomba aneh-aneh lainnya. Untuk lomba non ilmiah ini nampak ma...

Algoritma Google dalam Menerka

Google perusahaan pencari paling besar di bumi selain semakin menggila, juga semakin tidak masuk akal perkembangannya. Algoritma yang dikembangkan google membuat kesok tahuan google bermetamofosis menjadi keserba tahuan. Dulu untuk mencari data menggunakan mesin pencari semacam google diperlukan trik-trik khusus. Yakni dengan menambahkan algoritma pemrograman. Di antara trik itu bisa dibaca di sini . Kita perlu menambahkan AND, OR, *, -, &, dan lain sebagainya ke dalam pencarian kita. Lebih rincinya silakan dibaca di artikel tersebut. Artikel itu ditulis pada 2008. Sekarang. 11 tahun dari artikel itu ditulis. Algoritma google sudah mengalami kemajuan pesat. Suatu malam, tetangga saya punya hajat. Manten. Agak jauh dari rumah. Tapi suara sound systemnya terdengar cukup jelas dari kamar tidur saya. Afham yang saat itu mendengar sebuah lagu dari acara mantenan secara refleks menirukan. Entah darimana ia mengenal lagu itu. Hanya saja ia melafalkan lirik yang salah. Saat ...

Penjual Getuk

Hampir tiap pagi aku berpapasan dengan anak ini. Si penjual getuk keliling. Buat yang belum tau getuk, getuk adalah semacam jajanan khas Jawa yang terbuat dari ketela yang diolah sedemikian rupa sehingga membentuk seperti bantal kecil yang berwarna-warni. Jajanan ini udah ada sejak dulu bahkan sampai ada lagunya yang salah satu baitnya berbunyi 'getuk asale soko telo, sopo ngantuk iku tombone opo'. Kalo dulu pas aku masih kecil penjual getuk itu membawa gerobak yang dirombongnya itu dipasang corong speaker (biasanya mereknya TOA) lalu memutar lagu-lagu bang Haji Rhoma Irama. Tapi seiring berkembangnya zaman, maka rombong getuk pun mengalami transformasi teknologi dengan menggunakan sound yang suaranya ga' terlalu bikin berisik kayak corong speaker dan lagu-lagu yang diputerpun lagu-lagu pop masa kini, kayak Ungu, Kangen Band, The Rock, Dewa, dll. meskipun terkadang-kadang masih muter dangdut juga sih. Kembali ke si penjual getuk. Tiap pagi ketika aku lari pagi, aku sering b...