Skip to main content

Posts

MAS FURQON

Aku kirain iwakdig yang harga print warnanya murah itu masih buka, ternyata sudah tutup. Aku pun terus melaju di atas Vega-R Oranye pemberian orang tua. Mmm... Belum, belum bisa disebut pemberian karena di STNKnya belum mengatasnamakan diriku. Mungkin lebih pantas dipinjamkan Orang tuaku. Baiklah di sini saya tidak sedang ingin membahas motor produksi Yamaha itu. Saya sedang ingin memberitahu bahwa siang-siang yang amat panas itu saya sedang mencari rental komputer di sekitar kampus untuk mengeprint sesuatu. Saya butuh print warna. Dan banyak rental yang angkat tangan kalo sudah ngprint warna. Dasar produsen printer bodoh!!! Di mana-mana katrid printer yang warna selalu rusak terlebih dahulu. Akhirnya saya menemukan sebuah rental yang bisa ngeprint warna. Begitu turun dari motor tiga orang karyawannya yang sedang duduk di depan komputer langsung melihat saya penuh heran dari dalam ruangan. Begitu masuk dan bilang kalo mau ngeprint saya langsung dilayani, karena memang suasana rent...

Tipe Orang Menunggu

Sebenarnya banyak referensi yang bisa dijadikan Landasan Teori untuk membahas "Menunggu" Kali ini saya akan merujuk pada lirik lagu "Menunggu"nya Ridho Rhoma Feat Sonet 2 Band yang berjiwa mellow dan sebuah puisi dari Andi Eriawan yang berjiwa 'COWOK' banget. Jika ada seseorang yang sedang menunggu seseorang. Entah itu menunggu wujudnya, menunggu jawabannya, menunggu keputusannya, menunggu kepastiannya atau menungggu nya-nya yang lain. Bolehlah saya membaginya menjadi dua tipe penunggu: Tipe pertama , orang yang akan setia menunggu dan menunggu bahkan tidak disuruh menunggu pun ia akan tetap menunggu. Dengan harapan suatu saat yang ia tunggu, mau ditunggu. Maka dia adalah tipe orang yang setia. Ini adalah tipe yang gak ada matinya. Kecuali kalo harapan itu sudah musnah. Untuknya saya persembahkan lirik "Menunggu"nya Ridho Rhoma feat Sonet 2 Band yang diciptakan Bang Haji. MENUNGGU Sekian lama aku menunggu Untuk kedatanganmu Bukankah engkau telah b...

THE CONFUSED TRANSACTION

"Piro Mas?" (Berapa, mas?) Tanyaku "Petang Puluh". (Empat Puluh) Jawabnya. Wah, mahal sekali. Sialan!! Apakah tambal ban di sini memang memasang tarif VIP atau memang pasarannya segitu. Mengganti ban dalam, diberi harga Rp. 40.000. Padahal sekilas aku sempat melirik kotak pembungkus ban bermerk IRC itu, terdapat bandrol bertuliskan 26.000. Berarti ongkos mengganti bannya (40.000 - 26.000= 14.000) Empat Belas Ribu Rupiah. "Petang Puluh Limo", (Empat Puluh Lima) ralatnya tiba-tiba. Hah... Tambal ban di sini harganya fluktuatif sekali! Seperti Mata Uang Rupiah saja pikirku. Tapi sudahlah, mungkin itu memang Rezeki dia. Allah sudah mengatur rezeki itu dengan membuat bocor pentil ban depan motorku (huruf 'e' dalam kata pentil dibaca seperti huruf 'e' dalam kata pensil, bukan huruf 'e' dalam kata pentol). Ya sudahlah, dengan berat hati dan sedikit menggerutu di dalam hati aku keluarkaan uang Lima Puluh Ribu dari dompet. Asumsiku aku akan ...

Pertanyaan Paling Sulit di Negeriku Indonesia

Ada satu pertanyaan yang paling aku takuti. Ingat! satu pertanyaan, bukan satu-satunya pertanyaan. Aku selalu takut jika suatu saat nanti seseorang mengajukan pertanyaan itu. Pertanyaan itu seolah sebilah pisau yang disodorkan kepadaku untuk diiriskan di pergelangan tangan kiriku. Ah.... Nggak segitunya kale.. Pertanyaan itu.. pertanyaan yang sebisa mungkin tidak tersampaikan kepadaku seumur, hidup. Sayangnya, pertanyaan itu adalah pertanyaan yang ditanyakan oleh hampir setiap kaum hawa. Pertanyaan itu adalah : "Kenapa kamu mencintaiku?" Ya.. sebuah pertanyaan yang sangat sulit bagiku. Lebih sulit dijawab daripada pertanyaan tentang prediksi pertumbuhan Indonesia 10 tahun ke depan. Kamu pasti bertanya (ah.. lagi-lagi pertanyaan) mengapa pertanyaan itu sulit dijawab? Karena jawaban dari pertanyaan itu, bukanlah sesuatu yang bisa dipikirkan oleh otak. Kenapa saya mencintai seseorang? Tentu jika otak saya dipaksa untuk mencari jawabannya, pastilah tidak akan ketemu. Karena cinta...

KAMU HARUS TAHU

Gara-gara kamu! Semua gara-gara kamu! Ya, kamu yang terdiam di sana itu. Bukan orang lain. Dan tak usah menunjuk-nunjuk orang lain. Apa? Kamu tanya kenapa? Baiklah akan aku jelaskan kalau kamu pura-pura tidak mengerti. Gara-gara kamu, pikiranku tidak pernah fokus. Padahal banyak tanggung jawab yang harus aku pikirkan. Banyak tugas dan pekerjaan yang harus aku selesaikan. Dan Tuhan hanya hanya memberikan 24 jam sehari untukku. Tidak bisa minta lebih lagi. Di tengah-tengah minimnya waktu yang diberikan Tuhan kepadaku itu, kamu tak henti-hentinya memenuhi pikiranku. Berbagai tanggung jawab, tugas dan pekerjaan mulai dari urusan cari ilmu sampai urusan cari duit sebenarnya sudah membuat penuh pikiranku. Tapi mengapa selalu ada ruang untuk memikirkan kamu?! Pagi, siang, sore, malam, selalu saja ada kamu di kepalaku. Seperti tengah malam ini.....  Hei.... kok malah tidur! Aku belum selesai berbicara! Sialan! Kamu enak-enakan tidur di saat aku tidak bisa tidur karena kamu! Untung kamu manis. ...

Cowo Ganteng vs Cowo Jelek

Buat yg baca ini... sebelumnya tarik napas dalam-dalam yah terutama bagi yg merasa dirinya cowok... Hahaha... Kalo cowok ganteng berbuat jahat, cewek-cewek bilang: Nobody's perfect. Kalo cowok jelek berbuat jahat, cewek-cewek bilang: Pantes... tampangnya kriminal. Kalo cowok ganteng nolongin cewe yang diganggu preman, cewek-cewek bilang: Wuih! Jantan... kayak di filem-filem. Kalo cowok jelek nolongin cewe yang diganggu preman, cewek-cewek bilang: Pasti premannya temennya dia. !#(&*!^$!(*$! Kalo cowok ganteng pendiam, cewek-cewek bilang: WOW, cool banget... Kalo cowok jelek pendiam, cewek-cewek bilang: iiih kuper... Kalo cowok ganteng jomblo, cewek-cewek bilang: Pasti dia perfeksionis. Kalo cowok jelek jomblo, cewek-cewek bilang: Sudah jelas... kagak laku. Kalo cowok ganteng dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: Klop...serasi banget. Kalo cowok jelek dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: Pasti dia main dukun. Kalo cowok ganteng diputusin cewek, cewek-cewek bilang: Jangan sed...

Cara Terkenal Instan

Bikin Dong, Lagu buat Dian Sastro! Ini ide yang supercemerlang dan luar biasa efeknya, mengherankan sekali bahwa tidak ada satu band di Indonesia yang melakukannya. Idenya gampang banget. Bikin lagu dong, buat Dian Sastro! Kasih judul Song for Dian Sastro biar kedengaran lebih intelek. Tulis lirik yang bagus, jangan terlalu puitis dan jangan terlalu frontal juga. Usahakan pakai kata-kata yang simpel, mengena, tapi nggak kacangan. Untuk membantu, coba hindari kata-kata berikut: Menunggu (+10 poin kacangan) Pacar/pacaran/mantan pacar (+25 poin kacangan) Selingkuh (+25 poin kacangan) Kencan (+30 poin kacangan) Cinta putih/cinta sejati/cinta mati (+50 poin kacangan) Belahlah dadaku (+50 poin kacangan) Setia sampai mati (+50 poin kacangan) Teman apa teman (+9999 poin kacangan) Pokoknya, inti lagu itu harus mencerminkan rasa kagum sama dia, buat supaya lagu ini jadi tribute untuk prestasi Dian selama ini. Jangan bikin tema kacangan soal jatuh cinta atau ngajak Dian jadi selingkuhanmu atau ...